About

Apa Pendapat Anda Tentang Blog Ini?

Breaking News

Blogger templates

Blogroll

SHARETHIS

Tampilkan postingan dengan label Teknologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Teknologi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 31 Januari 2014

Rudal Tercanggih di ASEAN Yang Hanya Dimiliki Indonesia

Inilah Rudal Tercanggih di Asean Yang Hanya Dimiliki Indonesia
Yakhont : Rudal Jelajah Supersonic TNI-AL

[Image: yakhount.jpg?w=300&h=207]
Ciri khas Yakhont dilengkapi air intake mirip pesawat tempur MIG era masa lalu

Rudal Yakhont/P-800/Brahmos merupakan rudal buatan rusia yang hanya digunakan oleh 3 Negara saja di dunia ini.yaitu Rusia,Indonesia dan India.di India rudal ini dinamakan Brahmos,karena India sendiri mendapatkan lisensi untuk membuat rudal ini di India.rudal yang memiliki jarak tembak 300KM dengan kecepatan 2,5 Mach atau 2 Kali Lebih kecepatan suara.rudal ini dapat ditembakkan di lewat Darat,Laut(Kapal Perang) dan Pesawat Tempur.namun rudal ini lebih condong diluncurkan lewat Kapal Perang ataupun di Darat.karena rudal in sangat berat dan terbilang besar sehingga kurang cocok jika diluncurkan di pesawat tempur.

[Image: 109479_ujicoba-penembakan-rudal-yakhont-...an-354.jpg]
Proses peluncuran Yakhont dari KRI Oswald Siahaan

Untuk pertama kalinya pada hari Rabu, 20 April 2011, sebuah rudal Yakhont berhasil di ujicoba tembak oleh TNI AL di perairan selat sunda (Samudera Hindia). Lewat ujicoba ini akhirnya ditehaui penempatan Yakhont, yakni di jenis frigat TNI AL kelas Van Speijk buatan Belanda. Saat ujicoba 20 April, Yakhont diluncurkan dari KRI Oswal Siahaan (354). Dalam ujicoba, sasaran tembak Yakhont berada di lintas cakrawala, yakni menghantam target dengan jarak 135 mil laut atau sekitar 250 km. Target Yakhont adalah eks KRI Teluk Bayur (502), sebuah LST (landing ship tank) keluaran tahun 1942 yang dibuat di Amerika Serikat.
untuk kawasan Asean saat ini Rudal Yakhont yang dimiliki indonesia lah yang sangat canggih di Asean untuk kelas rudal permukaan-permukaan dan permukaan-daratan.

[Image: rudalyakhont160411-7.jpg?w=300&h=183]
Posisi penutup tabung peluncur Yakhont di frigat Van Speijk TNI AL

Menurut informasi dari situs Kementrian Pertahanan RI, saat ini 16 KRI sudah dipasang rudal Yakhont, yaitu enam pada kapal jenis frigat dan 10 di kapal perang Korvet. Masing-masing frigat dipasang delapan unit Yakhont sedangkan Korvet sebanyak empat unit. Pemasangan dilakukan sepenuhnya oleh PT PAL Surabaya.

[Image: pib-brahmos-h260120036-s.jpg?w=300&h=198]
Brahmos/Yakhont dalam sebuah parade militer di India

[Image: yakhont-bastion-tel-mzkt-7930-1s.jpg?w=3...;amp;h=283]
Model truck pengangkut/pelontar Yakhont

[Image: 0204.jpg?w=300&h=192]
Pola Penembakan Yakhont dari kapal perang

[Image: bastionestacionario11cz.jpg?w=300&h=171]
Pola penembakan Yakhont dari daratan ke laut

Spesifikasi Yakhont
Negara Pembuat : Rusia
Pabrikan : Beriev
Jangkauan Tembak : 300 Km pada manuver jelajah tinggi
120 Km pada menuver jelajah rendah
Kecepatan : 2 – 2,5 Mach
Ketinggian Terbang : 5 – 15 meter (fase terakhir sebelum mengenai target)
Berat Bahan Peledak : 200 Kg
Pengarah Navigasi : aktif pasif radar seeker head
Jangkauan Tembak Minimum : 50 Km
Propulsi : solid propellant booster stage dan liquid propellant ramjet sustainre motor
Media Peluncuran : dari bawah air, kapal permukaan dan dari daratan
Berat : Rudal 3,000 Kg
Rudal plus kontainer 3,900 Kg

Read more ...

Kapal Selam Nuklir China Mulai Keluar dari 'Persembunyian'


SSBN Tipe 094

Pada akhir Oktober lalu China menampilkan armada kapal selam nuklirnya di media untuk yang pertama kalinya. Tema dari unjuk kekuatan China ini adalah bahwa sejak 42 tahun dioperasikan, belum ada satupun kapal selam nuklir China yang mengalami kecelakaan pada reaktor nuklirnya. Berbeda dengan Rusia yang menjadi satu-satunya negara yang mengalami kecelakaan kapal selam nuklir.

Dalam 60 tahun terakhir, dunia telah menghabiskan ratusan miliar dolar untuk mengembangkan dan membangun kapal selam bertenaga nuklir. Sekitar 300 kapal telah dibangun hingga saat ini, dan sebagian besar milik Rusia. Meskipun terkesan angker, kenyataannya kapal selam nuklir baru satu kali digunakan dalam pertempuran yaitu pada tahun 1982 ketika sebuah SSN (kapal selam serang bertenaga nuklir) Inggris menenggelamkan sebuah kapal jelajah Argentina.

Ketika Perang Dingin berakhir, Rusia mulai melakukan cek ulang besar pada armada besar kapal selam nuklirnya, yang terdiri dari puluhan kapal selam tua yang ternyata jumlah yang bermasalah lebih banyak daripada jumlah patut dipertahankan. Dengan runtuhnya kekuatan kapal selam Rusia, Angkatan Laut Amerika Serikat otomatis menjadi kekuatan utama dunia untuk kapal selam nuklir, mencapai 100 kapal selam nuklir pada akhir Perang Dingin, namun saat ini menyusut hingga di bawah angka 50.

Saat ini China mengoperasikan sekitar 12 kapal selam nuklir yang terdiri dari 8 SSN dan 4 SSBN (kapal selam nuklir rudal balistik). Meskipun sudah 42 tahun China menguasai teknologi pembangunan kapal selam nuklir, track record-nya selama itu tidak bagus. Terutama soal kebisingan, SSN China terlalu bising (mudah dideteksi) dan kurang dapat diandalkan. SSN China juga jarang sekali melaut, mungkin inilah salah satu alasan mengapa negara ini tidak pernah mengalami kecelakaan kapal selam nuklir. Sedangkan SSBN China juga bukan desain baru karena pada dasarnya itu adalah SSN namun lebih besar. Selain itu, SSBN China juga belum sekalipun melakukan patroli tempur (melaut 1 bulan penuh atau lebih, lengkap dengan rudal balistik), dan misi pelatihannya juga tidak banyak.

Setidaknya butuh waktu satu dekade bagi China untuk membangun kapal selam nuklir pertamanya, yaitu Tipe 091 Long March yang mulai masuk layanan pada 1974. Sebagai SSN pertama (tahap belajar), kapal selam ini tidak lagi dioperasikan hingga pertengahan 1980-an. Tipe 091 berukuran kecil (4.100 ton) dan diawaki oleh sekitar 75 pelaut. Didalamnya tertanam sonar buatan Perancis, dan berbagai peralatan elektronik lainnya yang merupakan buatan asing. Pada 1980-an China diperkirakan akan menonaktifkan kapal-kapal selam nuklir ini, namun ternyata tidak, China memperbaiki dan meng-upgrade-nya. Sudah lima unit Tipe 091 yang dibangun, dua sudah pensiun dan satu lagi diubah menjadi museum. Meskipun sudah di-upgrade, Tipe 091 juga jarang sekali pergi melaut. Selama ini China hanya menggunakannya untuk pelatihan awak, ini semua karena tingkat kebisingan kapal yang tidak layak untuk tugas tempur.

Tipe 091 dianggap lebih membahayakan kru daripada musuh. Meskipun belum pernah mengalami kecelakaan reaktornya, tapi tidak dapat diandalkannya kapal selam ini dan risiko bocornya radiasi, telah membuat ketakutan besar bagi mereka yang mengawakinya. Generasi SSBN China pertama, yaitu Tipe 092 (6.500 ton) mulai dioperasikan pada awal 1980-an, merupakan versi yang lebih besar dari Tipe 091. Tipe 092 dilengkapi dengan empat tabung rudal, dan juga jarang pergi melaut. Selanjutnya China kembali menghabiskan waktu untuk membangun kapal selam nuklir yang lebih baik lagi, terutama untuk mengatasi masalah kebisingan, yaitu dengan membangun SSN Tipe 093 dan SSBN Tipe 094.

SSN Tipe 093 muncul pada tahun 2002. Tipe 093 juga sudah dinggap teknologi usang oleh China, lalu muncullah SSN Tipe 095 yang diluncurkan pada tahun 2010 dan diharapkan akan masuk layanan pada 2015 nanti. Tipe 095 saat ini telah menjalani uji coba laut namun sedikit sekali informasi mengenai kapal selam nuklir baru China ini.

SSBN Tipe 094

Tipe 093 dan Tipe 094 China desainnya mirip dengan kapal selam Victor III Rusia, namun pada Tipe 094 terdapat penambahan kompartemen rudal (karena untuk difungsikan sebagai SSBN). Menggunakan desain SSN dan selanjutnya menambahkan kompartemen tambahan untuk rudal balistik bukanlah hal baru, Amerika Serikat sudah melakukannya di tahun 1950 untuk melahirkan SSBN pertamanya. China tampaknya memang melakukan hal yang sama dengan desain SSN, hasilnya lahirlah SSBN yang lebih besar dengan bobot benaman (displacement) 9.000 ton. Prioritas China untuk SSBN tampaknya adalah pada Tipe 094, yang dilengkapi dengan rudal nuklir yang mampu mencapai Amerika Serikat, sekaligus menjadikan China memiliki pengaruh besar di dunia.

Kembali ke SSN Tipe 093, setelah kapal ini pergi melaut, rupanya China tidak puas dengan kinerjanya karena Tipe 093 masih berisik dan memiliki daftar panjang cacat kecil. Hingga kini China terus dihantui problem mendasar dalam membangun kapal selam nuklir, namun bangsa China terus bertekad untuk membangun kapal selam nuklir yang lebih baik lagi.

Kini China telah membangun Tipe 94 dan saat ini mungkin sudah enam unit. Meskipun SSBN 094 sudah dalam layanan, sama seperti yang sebelumnya, kapal selam ini juga belum pernah melakukan patroli laut. Tipe 094 pertama kali diluncurkan pada 2004 dan dikatakan masuk layanan pada 2007. Tipe 094 juga mirip dengan SSN 093. SSBN ini dipersenjatai dengan dua belas rudal balistik JL-2 dan enam tabung torpedo.

Menguasai teknologi SSBN memang menakutkan bagi negara lain. Namun China tidak terburu-buru mengoperasikan kapal-kapal selam nuklirnya secara penuh. Jika jadi, 094 akan memulai patroli tempur pertamanya pada 2014. Namun tidak hanya pada kapal selam, ini juga tergantung dari kesiapan rudal balistik JL-2.
Read more ...

Pesawat Tempur Tercanggih Amerika

F-35 Lightning II



F-35 Lightning II adalah hasil pengembangan dari pesawat X-35 dalam program Joint Strike Fighter. Pesawat ini adalah pesawat tempur berkursi tunggal, bermesin tunggal, yang dapat melakukan banyak fungsi, antara lain pertempuran udara-ke-udara, dukungan udara jarak dekat, dan pengeboman taktis. Pengembangan pesawat ini dibiayai oleh Amerika Serikat, Britania Raya dan beberapa negara lainnya.
F-35 pada ILA Airshow 2002.
Pesawat ini dikembangkan dan diproduksi oleh industri kedirgantaraan yang dipimpin oleh
Lockheed Martin serta dua rekan utamanya, BAE Systems dan Northrop Grumman. Pesawat demonstrasi pertama kali terbang pada tahun 2000, dan pesawat versi produksi pertama kali terbang pada 15 Desember 2006.
F-35 Lightning II atau Joint Strike Fighter adalah pesawat tempur generasi ke 5, produksi kerjasama Lockheed Martin, Northrop Grumman, dan BAE Systems. Pesawat super canggih ini mempunyai kapabilitas "Stealth", tidak akan terlihat di radar lawan. Jumlah persenjataan dan amunisi yang bisa dibawanya pun lebih bayak dibanding pesawat-pesawat tempur generasi sebelumnya, seperti F-16 dan F-18.
F-35 Lightning II adalah pesawat canggih yang mampu mengelak dari radar lawan. Pesawat ini merupakan hasil pengembangan dari pesawat X-35 dalam program Joint Strike Fighter. Pesawat ini adalah pesawat tempur berkursi tunggal, bermesin tunggal, yang dapat melakukan banyak fungsi, antara lain pertempuran udara-ke-udara (dogfight), dukungan udara jarak dekat, serangan ke permukaan, dan pengeboman taktis.
F-35 Lightning JSF bentuknya seperti pesawat jet tempur modern, tetapi yang membuat jet ini khusus adalah perangkat lunak dan kemampuan mengumpulkan data intelijen.

JSF juga merupakan pesawat mata-mata di angkasa. Pesawat ini dapat mengumpulkan informasi dari angkasa luar, darat dan pesawat lain, dan kemudian mengirimkannya ke para komandan di darat. Pilot mempunyai "mata dewa" saat perang. Dengan menekan sebuah tombol, maka sebuah kamera yang berada di bawah akan mulai bekerja, yang berfungsi untuk melihat keseluruhan pesawat.
Saat terbang, jet ini mengetahui cara melayang lebih baik daripada pilot Harrier terbaik. Pilot tidak disibukkan dengan mengemudi sehingga lebih dapat memusatkan perhatian berperang.
Pengembangan pesawat ini dibiayai oleh Amerika Serikat, Britania Raya dan beberapa negara lainnya. Pesawat demonstrasi, pertama kali terbang pada tahun 2000, dan pesawat versi produksi pertama kali terbang pada 15 Desember 2006. Steve Long, adalah pilot RAF pertama yang mengemudi jet satu kursi tersebut.

Program JAST
Program Joint Advanced Strike Technology (JAST) dimulai pada tahun 1993 dari hasil Bottom-Up-Review Departemen Pertahanan Amerika Serikat . Departemen Pertahanan juga memutuskan untuk tetap mengembangkan F-22 yang sewaktu itu kontroversial, membatalkan program Multi-Role Fighter (MRF) dan A/F-X, serta menghentikan pembelian F-16 dan F/A-18C/D.
Kantor program JAST dibentuk pada 27 Januari 1994. Tujuannya adalah untuk mengembangkan pesawat, persenjataan, dan teknologi sensorik yang akan dipakai pada pengembangan pesawat taktis di masa depan. Kemudian program JAST digabungkan dengan program Common Affordable Lightweight Fighter (CALF), membentuk program Joint Strike Fighter (JSF).

X-32 dan X-35

Kontrak JSF diberikan kepada Lockheed Martin dan Boeing pada tanggal 16 November 1996. Masing-masing perusahaan diharuskan untuk membuat dua pesawat yang dapat mendemonstrasikan lepas landas dan mendarat konvensional (conventional takeoff and landing, CTOL), lepas landas dan mendarat pada kapal induk, dan lepas landas pendek dan mendarat vertikal (short-takeoff and vertical-landing, STOVL). Lockheed Martin mengembangkan X-35 dan Boeing mengembangkan X-32.
Pada tanggal 26 Oktober 2001, diumumkan bahwa X-35 Lockheed Martin mengalahkan X-32 Boeing. Petinggi Departemen Pertahanan Amerika Serikat dan Inggris menyatakan bahwa X-35 secara konsisten mengungguli X-32, walaupun keduanya sudah memenuhi syarat.

Penamaan
Pesawat Lockheed Martin X-35.
Lockheed Martin, yang mengembangkan pesawat ini dengan nama "F-24", terkejut ketika mengetahui bahwa pesawat ini akan diberi nama "F-35". Pada 7 Juli 2006, Angkatan Udara Amerika Serikat secara resmi mengumumkan nama F-35, yaitu Lighting II. Nama ini juga dipakai untuk mengenang pesawat sebelumnya, yaitu P-38 Lightning dan English Electric Lightning. Nama lain yang sempat dipikirkan adalah Kestrel, Phoenix, Piasa, Black Mamba, dan Spitfire II. Lighting II juga sempat menjadi nama untuk F-22 Raptor.
Pengetesan
Pada 19 Februari 2006, F-35A pertama dimunculkan di Fort Worth, Texas. Pesawat ini melewati pengetesan darat yang berat di Edwards Air Force Base pada musim gugur 2006. Pada 15 September, pengetesan pertama mesin Pratt & Whitney F135 dilakukan, dan diselesaikan pada 18 September dengan pengetesan afterburner. Kemudian pada tanggal 15 Desember, F-35A melakukan penerbangan pertamanya.
Varian
F-35A pada upacara inagurasinya.


Program Joint Strike Fighter didirikan untuk mengantikan pesawat tempur lama, dengan biaya pengembangan, produksi, dan operasi yang relatif kecil. Ini dicapai dengan membuat pesawat tempur dengan tiga varian, yang masing-masing memiliki kesamaan 80%. Ketiga varian tersebut adalah:
*         F-35A, Pesawat lepas landas dan mendarat konvensional (conventional takeoff and landing, CTOL) yang akan menggantikan F-16 Fighting Falcon Angkatan Udara Amerika Serikat mulai tahun 2011.
*         F-35B, Pesawat lepas landas pendek dan mendarat vertikal (short-takeoff and vertical-landing, STOVL) yang akan menggantikan AV-8 Harrier II dan F/A-18 Hornet Korps Marinir Amerika Serikat serta Angkatan Laut Italia, dan Harrier GR7/GR9 Britania Raya mulai tahun 2012.
*         F-35C, Pesawat kapal induk yang akan menggantikan F/A-18 Hornet (varian A/B/C/D saja) Angkatan Laut Amerika Serikat mulai tahun 2012.
Read more ...

Jumat, 24 Agustus 2012

10 Bandara Terindah dan Termegah di Dunia

10 Bandara Terindah dan Termegah di Dunia

Sabtu, 17 Maret 2012

1. Beijing International Airport
Bandar Udara Internasional Ibu Kota Beijing (Hanzi: 北京首都國際機場) adalah bandar udara internasional di Beijing, Republik Rakyat Cina. Bandar udara ini memiliki kode bandar udara IATA PEK. Bandara ini merupakan bandar udara kedua tersibuk di dunia.



2. Kansai International Airport, Osaka, Jepang
Bandar Udara Internasional Kansai {関西国際空港 Kansai Kokusai Kūkō)(IATA: KIX, ICAO: RJBB), adalah sebuah bandara internasional yang terletak di sebuah pulau di tengah-tengah Teluk Osaka, jauh dari pantai distrik Sennan di Osaka, Jepang. Bandara ini disebut juga sebagai Osaka Airport dalam bahasa Inggris, dan sebagai 関空 (Kankū) dalam bahasa Jepang (jangan dibingungkan dengan bandara lain bernama Bandar Udara Internasional Osaka yang terletak lebih dekat dengan kota Osaka).


3. Chek Lap Kok Airport, Hongkong
Bandar Udara Internasional Hong Kong (b. Inggris: Hong Kong International Airport atau HKIA) adalah bandara internasional yang melayani daerah Hong Kong, Republik Rakyat Cina dengan kode IATA HKG dan kode ICAO VHHH. Nama lain dari bandara ini adalah Bandara Chek Lap Kok.

Bandara ini terletak di pulau Chek Lap Kok dan sejak dibuka pada tahun 1998, menjadi salah satu pusat transit yang penting di dunia karena posisinya yang strategis. Bandara berkapasitas sebesar 45 juta penumpang dengan 3 juta ton kargo dan setelah landas pacu kedua dibuka pada Mei 1999, kapasitas meningkat menjadi 87 juta penumpang dan 9 juta ton kargo. Bandara yang menjadi pusat operasi Cathay Pacific, Dragonair, Air Hong Kong, CR Airways, dan Hong Kong Express ini mendapatkan penghargaan sebagai bandara terbaik dari majalah Skytrax selama lima tahun berturut-turut (2001-2005).

Saat ini terdapat 2 buah landas pacu dengan panjang 3.800 meter dan selebar 60 meter. Nama landasan tersebut adalah 07L/25R dan 07R/25L yang berarti bisa juga dibedakan sebagai landasan.


4. Marrakech Menara Airport, Morocco
Bandar Udara Internasional Menara (Bahasa Arab مطار مراكش المنارة) (IATA: RAK, ICAO: GMMX) di Marrakech, Maroko, ialah sebuah fasilitas internasional kecil yang menerima beberapa penerbangan dari Eropa, Casablanca dan beberapa negara Arab.

Landasan pacu bandara ini dapat didarati oleh Boeing 747


5. Incheon International Airport, Korsel
Bandar Udara Internasional Incheon (IATA: ICN, ICAO: RKSI) (Hangul: 인천국제공항; Hanja: 仁川國際空港) adalah bandar udara terbesar di Korea Selatan dan merupakan salah satu yang terbesar di Asia. Bandara ini menggantikan Bandara Internasional Gimpo yang sekarang distatuskan sebagai bandara domestik kecuali penerbangan international ke Bandara Internasional Haneda di Tokyo, Jepang dan Bandara Internasional Hongqiao di Shanghai, RRC. Berdasarkan survei dari Global Traveller bandara ini merupakan yang terbaik di dunia selama tiga tahun berturut-turut dari tahun 2006, 2007 dan 2008. Berperan sebagai bandara penghubung untuk kawasan Asia Timur, terdapat 63 maskapai penerbangan yang melayani penerbangan ke bandara ini.


6. Denver International Airport, USA
Bandara Internasional Denver adalah bandara internasional Denver, Amerika Serikat dengan kode IATA DEN. Dengan luas 140 km2 (53 mil2), maka bandara ini menjadi bandara terluas di Amerika Serikat atau ketiga terbesar di dunia. Landasan pacu 16R/34L menjadi landasan pacu terpanjang yang dapat digunakan secara umum di Amerika Serikat.

Pada tahun 2009, Bandar Udara Internasional Denver merupakan bandara tersibuk ke-10 di dunia berdasarkan lalu lintas penumpang, yaitu sebesar 50.167.485 penumpang. Bandara ini juga menempati posisi ke-4 bandara tersibuk di dunia berdasarkan jumlah pergerakan pesawat, yaitu sebesar 600.606 kali.


7. Sondika Airport, Bilbao, Spanyol
Bandar Udara Bilbao (BIO/LEBB) merupakan bandar udara yang terletak di Bilbao, sebelah utara Spanyol.


8. Carrasco International Airport, Uruguay
Bandar Udara Internasional Carrasco General Cesáreo L. Berisso (IATA: MVD, ICAO: SUMU) adalah bandar udara terbesar di Uruguay yang melayani ibukota Montevideo. Bandara ini lokasinya di bagian barat laut kota Ciudad de la Costa di Departemen Canelones, yang berjarak 5 km dari Montevideo. Bandara ini melayani 1.236.415 penumpang tahun 2008, dan diproyeksikan akan melayani lebih dari 1.500.000 penumpang pada tahun 2010.


9. John F. Kennedy Airport, New York City, USA
Bandara Internasional John F. Kennedy (IATA: JFK, ICAO: EWR) adalah bandara internasional yang terletak di Jamaica, Queens kota New York, negara bagian New York, Amerika Serikat.

Bandara ini merupakan salah satu gerbang masuk ke Amerika Serikat dan merupakan penghubung utama JetBlue Airways yang terletak di Terminal 6. JFK juga dipakai sebagai penghubung kedua American Airlines yang terletak di Terminal 8 dan 9. Delta Airlines memakai bandara ini sebagai penghubung keempat terbesar mereka di Terminal 2 dan 3. British Airways memakai bandara ini sebagai penghubung kota London dengan frekuensi penerbangan 8 kali sehari dan United Airways memakainya dengan frekuensi penerbangan 16 kali sehari.

Bandara ini dioperasikan oleh Port Authority of New York and New Jersey. Port Authority of New York and New Jersey juga mengoperasikan Bandara Internasional Newark Liberty, Bandara LaGuardia, dan Bandara Teterbor.


10. Barajas Airport, Madrid, Spanyol
Bandara Internasional Barajas Madrid (IATA: MAD, ICAO: LEMD), terletak di timur laut pusat kota Madrid (40°28′20″LU,3°33′39″BB), adalah pintu gerbang internasional dan domestik terpenting di Spanyol. Bandara ini dibuka pada 1928, dan kini telah berkembang menjadi salah satu pusat penerbangan terpenting di Eropa.

Barajas berfungsi sebagai pintu gerbang ke jazirah Iberia dari seluruh bagian Eropa dan dunia, khususnya Amerika Latin. Pada 2005, 41.963.197 penumpang menggunakan Barajas; bandara ini menduduki peringkat ke-12 dunia—dan ke-5 Eropa—sebagai bandara paling sibuk.. Barajas adalah pusat (hub) utama dan basis pemeliharaan Iberia Airlines. Akibatnya, Iberia bertanggung jawab atas sekitar 60 persen lalu lintas di Barajas.



Sumber : http://surgaberita.blogspot.com/2011/11/10-bandara-terindah-di-dunia.html#ixzz1ouoExNex

Sumber Artikel: http://atom-studios.blogspot.com/2012/03/10-bandara-terindah-dan-termegah-di.html#ixzz24QOb6McH
Read more ...

Pengikut

Komunitas

free counters

Headline News

Translate

Contact me via YM !

http://id.messenger.yahoo.com/pingbox/studio/
Blogger Widgets

Pages

Entri Populer

Designed By